kumpulblogger

Jumat, 05 Agustus 2011

menu- sahur mantap sego sambel ala mak yeye wonokromo


menu- sahur mantap sego sambel ala mak yeye wonokromo, Jika Anda penggemar sambal pedas dan kuliner malam Surabaya untuk makan sahur anda, maka nama Sego Sambel Mak Yeye pasti tak asing di telinga Anda. Sego sambel (nasi sambal) yang terletak di Jagir, Wonokromo, ini selalu ramai pembeli. Anda bisa menikmati sensasi pedas sego sambel ini mulai pukul 10 malam sampai 4 pagi.
Bagi Anda yang belum pernah ke sini, jangan bayangkan sebuah kedai dengan banyak deretan meja dan kursi-kursi. Warung Sego Sambel ini tak berbeda dengan warung penyetan pinggir jalan lainnya. Selain letaknya di pinggir jalan, hanya ada 2 kursi panjang yang disediakan. Pembeli yang tidak kebagian
tempat pun harus rela lesehan di area seberang warung.

Yang berbeda di sini, Anda tak bisa menemukan menu ‘istimewa’ seperti burung dara, ayam goreng, atau lele. Anda yang datang bisa menikmati satu paket Sego Sambel yang berisi nasi, tempe, telur dadar (bisa diganti dengan telur ceplok), ikan pe, dan sambal yang melimpah. Walaupun harga cabe selangit, sambal pedas ala Mak Yeye ini pedasnya masih nendang.

Anda yang datang harus sabar mengantri. Jangan membayangkan antrian 10-15 menit seperti warung kebanyakan. Anda bahkan bisa mengantri lebih dari satu jam. Apalagi karena biasanya satu orang memesan lebih dari 1 porsi sego sambel. Ada juga yang sampai memesan lebih dari 10 porsi. Selain itu,
jangan bayangkan Anda bisa menunggu antrian tersebut sambil duduk-duduk manis. Selama menunggu, Anda harus rela berdiri apa lagi kalau sabtu malam minggu.

Untuk Anda yang tak suka pedas, tak perlu khawatir. Anda masih bisa menikmati sego sambel ini. Anda hanya perlu berkata pada penjual bahwa Anda memesan sambal manis. Penjual akan menambahkan gula pada sambal aslinya. dulu, satu porsi sego sambel ini dipatok seharga Rp.7500. Namun saat ini, Anda harus merogoh kocek sebesar Rp. 10.000 per porsinya. Selain itu, warung ini tidak menyediakan menu minuman. Jadi, Anda harus memesan minum di warung terpisah di sebelah warung sego sambel.


Di balik kesibukan Wonokromo di malam hari yang tak pernah tidur, terdapat sebuah menu yang membuat orang bakal ketagihan ketika menyantapnya. Apa itu? Sego Sambel alias nasi sambal. Pedasnya luar biasa. Apalagi dengan lauk ikan Pari atau lebih mudah disebut ikan 'P'. Jika tidak suka 'P', bisa digantikan dengan lauk tempe atau telor dadar. Yang tak kalah nikmatnya, sambalnya dibuat cukup pedas sehingga membuat keringat menetes ketika usai menikmati sego sambel yang hanya buka di malam hari saja. Siapapun yang pernah mencicipi sego sambel itu dipastikan bakal ketagihan. "Luar biasa sekali. Di Jakarta tidak ada makanan sepedas itu. Saya rindu sekali dengan ikan 'P'nya", ungkap Yadi, warga Jakarta yang pernah makan dua kali di warung kaki lima ini. Dimana bisa menemukan warung sego sambel yang bikin hidung meler ini? Tidak susah.

Lokasinya berada di belakang bangunan pusat perbelanjaan Darmo Trade Center (DTC). Hampir semua penghuni Wonokromo pasti mengetahuinya, jadi tidak perlu khawatir tersesat. Siapa pemilik warung sego sambel yang hanya mulai pukul 22.00 WIB ini? Dia adalah Mak Yeye. Olahan sambel Mak Yeye, beberapa tahun ini tidak mampu dilupakan pelanggannya. Setiap malam ratusan orang silih berganti antre. Ada pameo mengatakan, kalau ada sebuah warung ramai, pasti warung itu masakannya enak. Dan kalau ada sebuah warung sangat ramai, selain masakannya enak, harganya juga pasti murah. Menariknya, karena tergila-gila dengan sambel Mak Yeye, warungnya yang berdiri di emperan toko ini sudah dipadati pelanggannya meski dirinya belum membuka dagangannya. "Sambalnya benar-benar enak dan rasa pedasnya itu yang nggak bisa dilupakan," kata Roby, warga Rungkut yang hampir 2 hari sekali tidak pernah absen menyantap sego sambel yang perporsinya seharga Rp 10 ribu ini.

Menurut Lika, salah satu pembantu Mak Yeye, setiap harinya mereka menghabiskan 25 kilogram beras, 15 kilogram cabe dan tomat 10 kilogram telor serta ratusan bungkus tempe. Walau begitu, kata Lika, makanan, nasi dan tempenya tidak pernah tersisa alias ludes. "Kita nggak pernah menyisakan makanan semuanya habis. Seringkali kita sampai menolak pelanggan," ujarnya Perempuan berambut panjang ini menambahkan, jumlah pembeli biasanya akan meningkat pada Jumat malam dan Malam Minggu. Kedua hari tersebut adalah hari-hari yang paling ramai. Dan kata Lika, dirinya bersama tujuh orang lainnya benar-benar tidak bisa istirahat karena para pembeli mengalir setiap waktu. Rata-rata tangan para karyawan sangat terampil membungkus makanan. Dalam hitungan detik gundukan tempe, ikan 'P' dan telor sudah ludes. Agar praktis, para karyawan memasak nasi di tempat.

Begitu pula sambalnya. Sekali uleg bisa untuk puluhan bungkus nasi. "Kita buka jam 22.00 WIB dan tutup menjelang subuh," tuturnya. Berapa omsetnya? Lika mengatakan dirinya tidak tahu pasti, yang pasti hampir jutaan rupiah setiap malamnya. "Saya nggak ngitung. Yang ngitung ibu. Saya sih tahunya jutaan gitu mbak," imbuhnya.

Lika menambahkan, warung sego sambel ini melayani pelanggan sudah hampir 15 tahun. Dan tempatnya berjualan ya di kawasan tersebut. Yang berubah, lanjut Lika, hanya orang-orang yang bekerja membantu Mak Yeye pemilik warung sego sambel itu. "Kenapa sebutannya sego sambel Mak Yeye, karena sesuai dengan nama pemiliknya Mak Yeni. Tapi sehari-hari panggilannya Yeye. Mak asal Jember," imbuhnya sambil mengulek sambal,silakan mencoba dan buktikan keunikan sensasi pedasnya

Sego Sambel Mak Yeye Wonokromo
Jln. Jagir Wonokromo Wetan, Surabaya - Jawa Timur
Sebelah utara Darmo Trade Center
Di depan Toko alat elektronik Pendowo
Buka tiap hari pukul 22.00 – 04.00 WIB

baca halaman selanjutnya ;
menyusuri sejarah kebesaran Kapal Titanic

Tidak ada komentar:

Posting Komentar