kumpulblogger

Minggu, 04 Desember 2011

Fenomena Sunat/Khitan Bagi Anak Laki-laki





Fenomena Sunat/Khitan Bagi Anak Laki-laki  , Sunat berasal dari budaya Mesir kuno yg masuk ke dalam agama Yahudi melalui Musa, seorang yg dididik di istana Firaun Mesir. Musa bilang sunat merupakan "perintah Allah", pedahal itu budaya Mesir kuno. Budaya sunat di dalam agama Yahudi dilanjutkan oleh Islam, tetapi dibuang oleh Kristen sejak awal masa penyebarannya, dengan alasan budaya sunat tidak menarik untuk orang non-Yahudi. Kristen sebagai sempalan agama Yahudi bisa berkembang pesat di Eropa al. karena telah membuang kebiasaan sunat itu. Yesus dan murid-muridnya semuanya disunat, tetapi akhirnya kebiasaan itu dibuang begitu saja karena dianggap tidak penting. Pedahal kewajiban sunat masih tertulis di kitab suci yg dipakai oleh orang Kristen sampai sekarang, tetapi ayat-ayat itu diabaikan.

Sunat anak laki-laki sebagian besar sebenarnya tidak perlu dan berisiko medis.

Organisasi medisi terbesar di Belanda KNMG karena itu menasihatkan dokter-dokter Belanda mulai sekarang untuk tidak menganjurkan sunat. Baik muslim dan Yahudi di Belanda menanggapi nasihat tersebut dengan nada negatif.

Persatuan dokter-dokter Belanda KNMG sebenarnya ingin melarang sunat untuk anak laki-laki. Tetapi karena cemas tindakan medis ini akan dilakukan secara ilegal, maka mereka membatalkan larangan tersebut.

Dialog
Ada sekitar 46.000 dokter dan calon dokter yang menjadi anggota KNMG. Mereka menamakan sunat tanpa alasan medik sebagai 'perusakan integritas badan anak itu sendiri'. Selain itu mereka juga menekankan, adanya risiko-risiko yang tidak perlu.

Tetapi para dokter ini juga ingin mempertimbangkan faktor budaya dan agama, dari para orang tua yang meminta agar anaknya disunat. Karena itu para dokter, orang tua dan pemuka agama harus berdiskusi. Rasit bal, Ketua Persatuan Komunikasi Masyarakat Muslim dan Pemerintah mengatakan, sangat terkejut akan keputusan yang diambil persatuan dokter Belanda tersebut:

Memang kelihatannya semakin sulit di Belanda untuk menjalankan identitas agama seseorang di depan umum, dan orang dipersulit dengan cara tersebut. Ini juga salah satu contoh bagaimana orang beragama dipersulit dalam menjalankan ibadah mereka.

Risiko Medis
Di Belanda setiap tahunnya ada sekitar 10.000 hingga 15.000 anak laki-laki yang disunat, terutama dari lingkungan muslim dan Yahudi. Dari jumlah itu ada sekitar 80 anak laki-laki yahudi, demikian Rabi Raphael Evers. Jadi tidak ada desakan kelompok dalam mengambil keputusan untuk melakukan sunat. hampir semua adalah keputusan sang orang tua sendiri, kata Evers. Risiko medis dianggap tidak pada tempatnya, karena menurutnya anak yang disunat justru bisa lebih sehat.

Raphael Evers: Sudah lama memang, sunat itu dianggap sebagai sesuatu yang berbahaya untuk kesehatan. Dan itu tidak terbukti sama sekali. Secara pribadi saya banyak mencari informasi sehubungan masalah psikis maupun jasmani, dan saya tidak pernah mendengarnya.

Gadis
Naiknya angka anak laki-laki yang disunat beberapa tahun terakhir di Belanda, hampir tidak pernah menjadi bahan diskusi. Berlainan dengan sunat anak perempuan yang biasanya dilakukan keluarga imigran keturunan Afrika. Sunat perempuan, yang biasanya pemotongan bibir kemaluan perempuan atau labila, dilarang dan dipandang sebagai pencacatan alat kelamin.

Tetapi sekarang para dokter juga mendiskusikan secara kritis sunat anak laki-laki. Dengan mendasarkan pada hak-hak anak, para dokter diminta untuk tidak menganjurkan sunat. Mereka harus menekankan bahayanya, demikian Gert van Dick, pakar etis persatuan dokter Belanda KNMG:

Yang kami minta kepada para para dokter, bahwa mereka secara jelas menekankan risiko dari operasi tersebut, bahwa sebenarnya tidak perlu. Kami secara teratur menerima pasien yang mengalami komplikasi medis setelah sunat. Dengan cara ini kami harapkan ada perubahan budaya dari para orang tua, dan suatu saat tidak melakukannya lagi.

Di seluruh dunia sekitar satu dari enam laki-laki di sunat. Dan mereka tidak hanya umat muslim atau Yahudi. Juga di Amerika Serikat sunat merupakan suatu hal yang biasa. Di Belanda dan di banyak negara Eropa lainnya, sedikit sekali laki-laki kulit putih yang disunat.
Khitan secara bahasa artinya memotong. Secara terminologis artinya memotong kulit yang menutupi alat kelamin lelaki (penis). Dalam bahasa Arab khitan juga digunakan sebagai nama lain alat kelamin lelaki dan perempuan seperti dalam hadist yang mengatakan “Apabila terjadi pertemuan dua khitan, maka telah wajib mandi” (H.R. Muslim, Tirmidzi dll.).

Dalam agama Islam, khitan merupakan salah satu media pensucian diri dan bukti ketundukan kita kepada ajaran agama. Dalam hadist Rasulullah s.a.w. bersabda:”Kesucian (fitrah) itu ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memendekkan kumis dan memotong kuku” (H.R. Bukhari Muslim).

Faedah khitan: Seperti yang diungkapkan para ahli kedokteran bahwa khitan mempunyai faedah bagi kesehatan karena membuang anggota tubuh yang yang menjadi tempat persembunyian kotoran, virus, najis dan bau yang tidak sedap. Air kencing mengandung semua unsur tersebut. Ketika keluar melewati kulit yang menutupi alat kelamin, maka endapan kotoran sebagian tertahan oleh kulit tersebut. Semakin lama endapan tersebut semakin banyak. Bisa dibayangkan berapa lama seseorang melakukan kencing dalam sehari dan berapa banyak endapan yang disimpan oleh kulit penutup kelamin dalam setahun.

Oleh karenanya beberapa penelitian medis membuktikan bahwa penderita penyakit kelamin lebih banyak dari kelangan yang tidak dikhitan. Begitu juga penderita penyakit berbahaya aids, kanker alat kelamin dan bahkan kanker rahim juga lebih banyak diderita oleh pasangan yang tidak dikhitan. Ini juga yang menjadi salah satu alasan non muslim di Eropa dan AS melakukan khitan.

sumber;http://groups.yahoo.com
SELAMAT MENCOBA!!!
baca halaman selanjutnya;
Kisah Firaun-dan-Misterinya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar